This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Tampilkan postingan dengan label Seni Budaya Kelas X. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Seni Budaya Kelas X. Tampilkan semua postingan

Senin, 28 Mei 2012

PENGERTIAN SENI

Standar kompetensi
Mengapresiasi karya seni teater

Kompetensi Dasar
Pengertian dan definisi seni

Kegiatan Pembelajaran
• Mengelompokkan cabang-cabang seni.
• Beberapa definisi seni.
• Pengertin seni sebagai estetika
• Pengertian seni sebagai kreativitas
• Pengertian fungsi dan tujuan seni

Tugas
• Mengapresiasi karya seni (musik)

A. PENGERTIAN DAN DEFINISI
Mengapresiasi artinya berusaha mengerti tentang seni dan menjadi peka terhadap segi-segi di dalamnya, sehinga secara sadar mampu menikmati dan menilai karya dengan semestinya.

Seni adalah salah satu unsur kebudayaan yang tumbuh dan berkembang sejajar dengan perkembangan manusia selaku penggubah dan penikmat seni.

Kebudayaan adalah hasil pemikiran, karya dan segala aktivitas (bukan perbuatan), yang merefleksikan naluri secara murni.

Seni memiliki nilai estetis (indah) yang disukai oleh manusia dan mengandung ide-ide yang dinyatakan dalam bentuk aktivitas atau rupa sebagai lambang.
Dengan seni kita dapat memperoleh kenikmatan sebagai akibat dari refleksi perasaan terhadap stimulus yang kita terima. Kenikmatan seni bukanlah kenikmatan fisik lahiriah, melainkan kenikmatan batiniah yang muncul bila kita menangkap dan merasakan simbol-simbol estetika dari penggubah seni. Dalam hal ini seni memiliki nilai spiritual.

Kedalaman dan kompleksitas seni menyebabkan para ahli membuat definisi seni untuk mempermudah pendekatan kita dalam memahami dan menilai seni. Konsep yang muncul bervariasi sesuai dengan latar belakang pemahaman, penghayatan, dan pandangan ahli tersebut terhadap seni.

Beberapa definisi tersebut antara lain :

1. Ensiklopedia Indonesia
Seni adalah penciptaan benda atau segala hal yang karena keindahan bentuknya, orang senang melihat atau mendengar.

2. Ki Hajar Dewantara
Seni merupakan perbuatan manusia (penggubah) yang timbul dari perasaannya dan bersifat indah, sehingga dapat menggerakkan jiwa dan perasaan manusia (penerima).

3. Achdiat Kartamihardja
Seni adalah kegiatan rohani manusia yang merefleksikan realitas ke dalam suatu karya. Bentuk dan isinya mempunyai daya untuk membangkitkan pengalaman tertentu dalam batin penerimanya.

4. Aristoteles
Seni adalah peniruan bentuk alam dengan kreatifitas dan ide penggubahnya agar lebih indah.

5. Leo Tolstoy
Seni adalah suatu kegiatan manusia (penggubah) yang secara sadar dengan perantara tanda-tanda lahiriah tertentu menyampaikan perasaan-perasaan yang telah dihayatinya kepada orang lain (penerima) sehingga ikut merasakan perasaan-perasaan seperti yang ia (penggubah) alami.

6. Schopenhauer
Seni adalah suatu usaha untuk menciptakan bentuk-bentuk yang menyenangkan. Meskipun musik adalah seni yang paling abstrak, tapi tiap orang menyukainya.

7. Thomas Munro
Seni adalah alat buatan manusia (penggubah) untuk menimbulkan efek-efek psikologis atas manusia lain (penerima) yang melihatnya. Efek-efek tersebut mencakup segala tanggapan yang berwujud pengamatan, pengenalan, imajinasi yang rasional maupun yang emosional.

Sekarang coba anda rumuskan tentang pengertian seni menurut anda, tuangkan rumusan anda ke dalam kolom berikut ini :

Seni adalah : ………….…………………………………………………….

…………………………………………………………………………………..

…………………………………………………………………………………..


B. SENI SEBAGAI ESTETIKA
Estetika berada di luar lingkup logika ataupun etika. Definisi menurut para ahli sebagai langkah pendekatan memahaminya antara lain sebagai berikut.

1. Al Ghazali
Keindahan suatu benda terletak pada perwujudan dari kesempurnaan karakteristik benda itu dan ditambah dengan adanya jiwa atau roh di dalamnya.

2. Alexander Baumgarten
Keindahan itu dipandang sebagai kesatuan yang merupakan susunan yang teratur dari bagian-bagian yang mempunyai hubungan erat satu dengan yang lain secara keseluruhan.

3. Herbert Read
Keindahan adalah suatu kesatuan hubungan formal dari pengamatan yang menimbulkan rasa senang.

4. Immanuel kant
Keindahan ditinjau dari dua sisi, yaitu:
Objektif : Keindahan adalah keserasian suatu objek terhadap tujuan yang dikandungnya, sejauh objek tersebut tidak ditinjau dari segi fungsi.

Subjektif : Keindahan adalah sesuatu yang tanpa direnungkan dengan logika dan konsep dan tanpa disangkutpautkan dengan kegunaan praktis dapat mendatangkan rasa senang pada si penghayat.

5. Zulser
Keindahan adalah sesuatu yang baik dan dapat memupuk rasa moral.

6. Thomas Aquines
Keindahan akan terbentuk jika memenuhi 3 syarat, yaitu adanya :
a. Integritas (kesatuan) atau kesempurnaan,
b. Proporsi yang tepat dan harmonis.
c. Klaritas (kejelasan).

Penganut teori objektif menempatkan rasa estetis lebih utama sehingga memliki konsep, pola pikir, atau alasan logis mengapa sesuatu itu dikatakan indah. Penganut teori subjektif meletakkan keindahan secara pribadi dalam diri si penikmat karya seni sehinga tidak dapat memberi alasan mengapa sesuatu itu dikatakan indah.

Keindahan seni adalah keindahan ekspresi, kreasi seniman. Jadi, pemandangan alam bukan keindahan seni.


C. SENI SEBAGAI KREATIVITAS
Manusia memiliki kelebihan berupa akal pikiran, kalbu, emosi, nafsu, dan kemampuan membuat sesuatu. Usaha menggunakan akal pikiran untuk membuat sesuatu (kreasi) yang baru, baik, nyata atau abstrak disebut kreativitas. Proses kreasi seni mempunyai ciri khusus antara lain seperti dibawah ini.

1. Unik
Unik artinya sesuatu yang lain dari pada yang lain, yang belum pernah dibuat orang sebelumnya, baik dalam hal ide, teknik, dan media. Alangkah baiknya jika karya senimu adalah hasil kreasimu sendiri, bukan mencontoh dari yang sudah ada. Karya lain dapat digunakan sebagai pemicu munculnya gagasan. Kembangkanlah gagasan tersebut menjadi sesuatu yang unik dan baru. Dengan demikian, kreativitasmu akan terasah.

2. Individual (pribadi)
Artinya memiliki kekhususan ciri dari seniman pembuatnya, yang berbeda dengan seniman lain karena perbedaan pandangan, penghayatan, pengalaman, dan tehnik dalam membuat karya seni. Bandingkanlah karyamu dengan karya temanmu. Objek yang dipakai sebagai pemicu gagasan seni bisa jadi sama. Tapi karena pandangan, penghayatan, pengalaman, dan teknik yang berbeda, hasilnya tentu akan berbeda.

3. Ekspresif
Karya seni merupakan hasil curahan bathin berupa penjabaran dari ide, renungan, perasaan, atau pengalaman seniman. Seni yang tanpa curahan bathin seolah-olah kering dan tak dapat menyentuh perasaan yang menikmatinya.

4. Universal
Karya seni dapat dinikmati oleh semua lapisan masyarakat, bangsa, dan generasi karena adanya persamaan rasa estetik dan artistik.

5. Survival (tahan lama)
Nilai seni dalam suatu karya seni dapat dinikmati sepanjang masa karena nilai estetikanya bersifat konsisten. Contohnya, karya seni peninggalan zaman kuno, masih bisa kita nikmati sekarang.

Sekarang timbul pertanyaan, apakah setiap karya seni harus mengandung unsur-unsur keindahan dan apakah keindahan pantai Lombang, Sumenep merupakan karya seni? Coba anda jelaskan ke dalam kolom berikut ini.

Apakah setiap karya seni mengandung unsur keindahan ? ......................
.............................................................................................................
.............................................................................................................
Apakah pantai Lombang merupakan karya seni ? .....................................
.............................................................................................................
.............................................................................................................


D. CABANG-CABANG SENI
Berdasarkan realita yang berkembang di masyarakat, seni digolongkan menjad 5 cabang yang memiliki kesatuan dan keterkaitan.

Cabang seni, Bentuk Media, Indra Penikmat dan Matra
1 Rupa. Bentuk media : Benda. Indra penikmat : Penglihatan, peraba. Matra : 2 / 3 dimensi

2 Sastra. Bentuk Media : Tulisan. Matra : Penglihatan 2 dimensi

3 Musik. Suara, Benda, Manusia, Gerak proses. Indra penikmat: Pendengaran, penglihatan. Matra : Waktu, 3 dimensi

4 Tari. Bentuk Media : Tubuh manusia, gerak, musik Indra penikmat : penglihatan, pendengaran. Matra : Waktu, 3 dimensi.

5 Teater. Bentuk Media : Manusia, benda/alam, akting, adegan, suara / musik Indra penikmat :penglihatan, pendengaran. Matra :Waktu, 3 dimensi


E. FUNGSI DAN TUJUAN SENI

Menurut antropologi, kesenian adalah salah satu unsur budaya manusia. Kita dapat merasakan dalam pengalaman hidup sehari-hari, betapa kita sangat membutuhkan sarana berekspresi dan menikmati keindahan dalam berbagai bentuk.

Berdasarkan fungsinya sebagai pemenuh kebutuhan, seni dipilah menjadi beberapa kelompok.

1. Fungsi Individual
Manusia terdiri dari unsur fisik dan psikis. Salah satu unsur psikis adalah emosi. Maka fungsi individual ini dibagi menjadi fungsi pemenuhan kebutuhan seni secara fisik dan psikis / emosional.

a. Fisik
Fungsi ini banyak dipenuhi melalui seni pakai yang berhubungan dengan fisik. Seperti busana, perabot, rumah, musik senam, dan sebagainya.

b. Emosional
Dipenuhi melalui seni murni, baik dari segi si pembuat / penggubah, maupun konsumen penikmat. Contohnya, lukisan, novel, musik, tari, film, dan sebagainya.

2. Fungsi Sosial
Fungsi sosial artinya dapat dinikmati dan bermanfaat bagi kepentingan orang banyak dalam waktu relatif bersamaan. Fungsi ini dikelompokkan menjadi beberapa bidang.

a. Religi / keagamaan
Karya seni dapat dijadikan ciri atau pesan keagamaan. Contoh: kaligrafi, busana muslim, arsitektur atau dekorasi rumah ibadah, lagu-lagu rohani.

b. Rekreasi/hiburan
Seni dapat dijadikan sebagai sarana melepas kejenuhan atau mengurangi kesedihan. Hal itu dapat terjadi misalkan pada saat kita menyaksikan musik, tarian,
film, dan lawak.

c. Komunikasi
Seni dapat digunakan untuk mengkomunikasikan sesuatu, seperti pesan, kritik, kebijakan, gagasan, dan produk kepada orang banyak. Contoh: lagu balada, poster, drama komedi, dan reklame. Tema yang sering dibuat antara lain:
1. Ketidakdisiplinan anggota masyarakat terhadap lingkungan.
2. Himbauan melaksanakan program pemerintah.
3. Anjuran kesehatan / kesejahteraan.
4. Ketidakadilan suatu kebijakan.

d. Pendidikan
Pendidikan juga memanfaatkan seni sebagai sarana penunjangnya. Contoh: gambar ilustrasi buku pelajaran, film ilmiah atau dokumenter, poster ilmiah, lagu anak-anak dan foto.


Evaluasi Bab 1
Pilihlah satu jawaban yang anda anggap paling benar !

1. Berusaha mengerti tentang seni dan menjadi peka terhadap segi-segi di dalamnya, sehinga secara sadar mampu menikmati dan menilai karya dengan semestinya, disebut :
a. Apresian b. Apresiasi c. Koreksi d. Menilai e. Diskripsi

2. Salah satu unsur kebudayaan yang tumbuh dan berkembang sejajar dengan perkembangan manusia selaku penggubah dan penikmat seni disebut:
a. Karya b. Budaya c. Seni d. Apresiasi e. Musik

3. Hasil pemikiran, karya dan segala aktivitas (bukan perbuatan), yang merefleksikan naluri secara murni disebut :
a. Karya b. Seni c. Kebudayaan d. Apresiasi e. Budaya

4. Kenikmatan seni bukanlah kenikmatan fisik lahiriah, melainkan kenikmatan batiniah yang muncul bila kita menangkap dan merasakan simbol-simbol estetika dari penggubah seni. Dalam hal ini seni memiliki nilai :
a. Spiritual b. Rohaniah c. Jasmaniah d. Mistis e. Budaya

5. Seni merupakan perbuatan manusia (penggubah) yang timbul dari perasaannya dan bersifat indah, sehingga dapat menggerakkan jiwa dan perasaan manusia (penerima), pendapat ini menurut :
a. Ki Hajar Dewantara c. Aristoteles e. Schopenhauer
b. Achdiat Kartamihardja d. Leo Tolstoy

6. Seni adalah peniruan bentuk alam dengan kreatifitas dan ide penggubahnya agar lebih indah, pendapat ini menurut :
a. Ki Hajar Dewantara c. Aristoteles e. Schopenhauer
b. Achdiat Kartamihardja d. Leo Tolstoy

7. Seni adalah suatu kegiatan manusia (penggubah) yang secara sadar dengan perantara tanda-tanda lahiriah tertentu menyampaikan perasaan-perasaan yang telah dihayatinya kepada orang lain (penerima) sehingga ikut merasakan perasaan-perasaan seperti yang ia (penggubah) alami, pendapat ini menurut :
a. Ki Hajar Dewantara c. Aristoteles e. Schopenhauer
b. Achdiat Kartamihardja d. Leo Tolstoy

8. Keindahan itu dipandang sebagai kesatuan yang merupakan susunan yang teratur dari bagian-bagian yang mempunyai hubungan erat satu dengan yang lain secara keseluruhan, definisi keindahan ini menurut pendapat :
a. Ki Hajar Dewantara c. Herberd Read
b. Al Ghazali d. Alexander Baumgarten
e. Schopenhauer

9. Menurut Thomas Aquines Keindahan akan terbentuk jika memenuhi 3 syarat, yaitu adanya :
a. Integritas (kesatuan) atau kesempurnaan,
b. Proporsi yang tepat dan harmonis.
c. Klaritas (kejelasan).
d. jawaban a, b, c salah
e. jawaban a, b, c benar

10. Proses kreasi seni mempunyai ciri khusus antara lain seperti :
a. Unik b. Individual c. Universal d. Ekspresif dan survival e. Semuanya benar

11. Karya seni dapat dinikmati oleh semua lapisan masyarakat, bangsa, dan generasi karena adanya persamaan rasa estetik dan artistik, ini merupakan ciri khusus proses kreasi seni:
a. Unik b. Individual c. Universal d. Ekspresif e. Survival

12. Karya seni merupakan hasil curahan bathin berupa penjabaran dari ide, renungan, perasaan, atau pengalaman seniman. Seni yang tanpa curahan bathin seolah-olah kering dan tak dapat menyentuh perasaan yang menikmatinya, ini merupakan ciri khusus proses kreasi seni yang:
a. Unik b. Individual c. Universal d. Ekspresif e. Survival

13. Nilai seni dalam suatu karya seni dapat dinikmati sepanjang masa karena nilai estetikanya bersifat konsisten. Contohnya, karya seni peninggalan zaman kuno, masih bisa kita nikmati sekarang. ini merupakan ciri khusus proses kreasi seni yang:
a. Unik b. Individual c. Universal d. Ekspresif e. Survival

14. Media seni rupa yaitu :
a. Benda
b. Tulisan
c. Suara, benda, manusia, gerak proses
d. Tubuh manusia, gerak, proses
e. Manusia, benda, akting musik, suara, adegan

15. Media seni musik yaitu :
a. Benda
b. Tulisan
c. Suara, benda, manusia, gerak proses
d. Tubuh manusia, gerak, proses
e. Manusia, benda, akting musik, suara, adegan

16. Media seni teater, yaitu :
a. Benda
b. Tulisan
c. Suara, benda, manusia, gerak proses
d. Tubuh manusia, gerak, proses
e. Manusia, benda, akting musik, suara, adegan

17. Berdasarkan fungsinya sebagai pemenuh kebutuhan, seni dipilah menjadi beberapa kelompok, yaitu fungsi
a. Sosial dan Individual b. Pribadi dan kelompok
c. Etika dan estetis d. Kreatif dan dinamis
e. Semuanya benar

18. Seni dapat dinikmati dan bermanfaat bagi kepentingan orang banyak dalam waktu relatif bersamaan, ini disebut dengan fungsi :
a. Sosial b. Individual c. Etika d. Kreatif e. Kelompok

19. Seni sebagai fungsi sosial diantaranya :
a. Religi d. Pendidikan
b. Rekreasi e. Semua salah
c. Komunikasi

20. Fungsi ini banyak dipenuhi melalui seni pakai yang berhubungan dengan fisik. Seperti busana, perabot, rumah, musik senam, dan sebagainya, disebut fungsi.
a. Sosial b. Fisik c. Emosional d. Kreatif e. Kelompok

PENGERTIAN TEATER

Standar kompetensi
Mengapresiasi karya seni teater

Kompetensi Dasar
Mendeskripsikan pengertian tentang teater

Kegiatan Pembelajaran
• Pengertian tentang drama.
• Pengertian tentang teater
• Pengertian tentang sejarah teater
• Pengertian tentang fungsi teater

Tugas
• Menulis kembali pengalaman batin dan imajinasi
• Mengaplikasikan 4M (mengkhayal, menulis, memainkan dan menyaksikan)


A. DRAMA
Drama berasal dari bahasa Yunani, draomai yang berarti berbuat, berlaku, bertindak, bereaksi dan sebagainya dan drama berarti perbuatan atau tindakan. Drama dapat berupa komedi (suka cerita) dan tragedy (duka cerita). Jadi drama dapat diartikan sebagai cerita konflik manusia dalam bentuk dialog, yang diproyeksikan pada pentas dengan menggunakan percakapan atau action dihadapan penonton (audience) .

Arti drama :
1. Menurut Moulton, drama adalah ”hidup yang dilukiskan dengan gerak” (life presented in action). Jika buku roman menggerakkan fantasi kita, maka dalam drama kita melihatnya kehidupan manusia diekspresikan secara langsung dimuka sendiri.

2. Menurut Brander Mathews, drama adalah konflik dari sifat manusia merupakan sumber pokok utama.

3. Menurut Ferdinand Brunetierre, drama haruslah melahirkan kehendak manusia dengan action.

4. Menurut Balthazar Verhagen, drama adalah kesenian melukiskan sifat dan sikap manusia dengan gerak.

Pertunjukan drama disebut juga sandiwara. Kata sandiwara itu dibuat oleh PKG. Mangkunegara VII almarhum sebagai pengganti kata toneel. Kata baru ”sandiwara” dibentuk dari kata ”sandi” dan ”wara”, sandi (jawa) berarti rahasia, dan wara (jawa) adalah pengajaran. Demikian menurut Ki Hajar Dewantara, sandiwara adalah pengajaran yang dilakukan dengan perlambang. Sebenarnya arti kata sandiwara lebih kena daripada kata toneel (belanda), yang artinya tak lain daripada pertunjukan. Demikian pula jika dibandingkan dengan arti drama dalam bahasa Yunani yang artinya tak lain dari pada ”perbuatan”, dan kemudian semata-mata perbuatan di atas panggung.

Kata sandiwara merosot derajatnya karena yang menyelenggarakan dan yang memelihara sandiwara kurang cakap atau kurang baik budinya. Jika kita ingin mengembalikan arti sandiwara seperti yang semestinya, lapangan sandiwara meminta juga kepada kaum terpelajar, kepada orang yang cakap, kepada orang yang berjiwa seniman dan berbudi tinggi.

B. FORMULA DRAMATURGI
Yang dimaksud dengan formula dramaturgi atau 4M ialah :
M 1 : Mengkhayalkan
M 2 : Menuliskan
M 3 : Memainkan
M 4 : Menyaksikan

M 1 : Disini untuk pertama kali manusia / pengarang mengkhayalkan kisah ada inspirasi-inspirasi, ide-ide (idea)

M 2 : Pengarang menyusun kisah yang sama (the same idea) untuk kedua kalinya. Pengarang menulis kisah (story).

M 3 : Pelaku-pelaku memainkan kisah yang sama untuk ketiga kalinya (action). Disini aktor dan aktris yang bertindak dalam stage tertentu.

M 4 : Penonton menyasikan kisah yang sama untuk keempat kalinya (audience).
Tugas dramaturgi ialah mempelajari keempat proses (4 M) tersebut diatas.


C. TEATER
Ada orang yang mengartikan teater sebagai ”gedung pertunjukan”, ada yang mengartikan sebagai ”pangung” (stage). Secara
etimologis, teater adalah gedung pertunjukan.

1. Dalam arti luas ; teater ialah segala tontonan yang dipertunjukkan didepan orang banyak, misalnya : Topeng Dhalang, wayang wong, loddrok, ketoprak, randai, mayong, arja, rangda, reog, sulapan, akrobatik dan lain sebagainya.

2. Dalam arti sempit ; drama kisah hidup dan kehidupan manusia yang diceritakan di atas pentas, disasksikan oleh orang banyak, dengan media; percakapan, gerak dan laku, dengan atau tanpa dekor, didasarkan pada naskah yang tertulis (hasil seni sastra) dan atau tanpa musik, nyanyian, tarian.

D. SEJARAH TEATER
Teater berasal dari bahasa Greek (Yunani), yaitu theatron. Theatron adalah nama tempat untuk mengadakan pesta dan persembahan para dewa. Pesta diadakan untuk dewa Apollo, yaitu dewa yang memberikan kemakmuran. Persembahan untuk dewa Dyonesos, yaitu dewa penghancur. Pada acara pesta, masyarakat mendatangi suatu tempat padang yang luas, yang dibuat gunungan tanah melingkar. Ditengah arena itu dibuat pusat persembahan yang disebut theatron. Pada saat itu , masyarakat berpesta ria. Mereka menari mengikuti gerakan binatang, ada yang mengikuti gerakan seperti macan, dan ada juga yang mengikuti gerakan seperti domba. Mereka diperbolehkan saling mengejek sehingga suasananya riang gembira, santai dan penuh humor.

Namun pada acara persembahan masyarakat tidak boleh saling mengejek. Mereka tampak sedih, bahkan banyak yang berteriak histeris dan menangis. Pada acara persembahan itu seekor domba jantan disembelih. Acara persembahan biasanya diadakan pada musim kemarau dengan harapan musim kemarau cepat berlalu.

Setelah mengalami perkembangan, pengertian teater juga mengalami perkembangan. Teater tidak hanya diartikan sebagai tempat pertunjukan, tetapi juga diartikan sebagai kegiatan pertunjukan atau tontonan. Sebagai kegiatan pertunjukan, teater mempunyai ciri-ciri, yaitu teater sebagai seni yang berhubungan dengan gerak, seni dekorasi, seni tata rias, dan seni tata busana. Selain itu ciri-ciri yang lain adalah teater sebagai seni kolektif dan memerlukan penonton.

Peranan teater pada saat ini juga mengalami perkembangan. Teater tidak hanya untuk keperluan upacara, tetapi juga untuk aktualisasi pengembangan kreasi, menghibur, dan memberikan informasi tentang nilai-nilai kebenaran. Sebagai seni, teater bisa mengasah afektif masyarakat. Teater juga dapat dijadikan sebagai sarana pendidikan. Dengan berlatih teater, siswa dapat melaksanakan tiga ranah tujuan pendidikan sekaligus, yaitu kognitif, psikomotorik dan afektif.

Pada kesempatan ini kita akan belajar seni teater. Pembelajaran seni teater mencakup keterampilan olah tubuh, olah pikir dan olah suara.

E. FUNGSI TEATER

1. Teater Berfungsi untuk keperluan Upacara
Asal mula teater digunakan untuk kepentingan upacara, yaitu upacara persembahan kepada dewa Dyonesos dan upacara pesta untuk dewa Apollo. Teater di Indonesia juga ada yang berfungsi untuk keperluan upacara. Teater ini biasanya disebut teater tradisional. Teater yang berfungsi untuk kepentingan upacara tidak membutuhkan penonton karena penontonnya adalah bagian dari peserta upacara itu sendiri.

2. Teater sebagai Media Ekspresi
Teater merupakan salah satu bentuk seni. Jika seni musik menekankan pada suara, seni teater menekankan pada laku dan dialog. Seniman teater akan mengekspresikan seninya dalam bentuk gerakan tubuh dan ucapan-ucapan.

3. Teater Berfungsi sebagai Sarana Hiburan
Pengertian teater dapat berhubungan dengan tempat, tetapi dapat juga berhubungan dengan kegiatan pertunjukan. Teater dibutuhkan oleh lingkungan masyarakat untuk hiburan. Oleh karena itu, teater perlu dipersiapkan dengan baik sehigga jika dipentaskan, penonton akan merasa terhibur.

4. Teater sebagai Media Pendidikan
Teater adalah seni kolektif, artinya teater tidak bisa dikerjakan oleh satu orang, tetapi harus dikerjakan oleh banyak orang. Lewat teater, orang akan diajak untuk berorganisasi dan bekerjasama. Jika dipentaskan, teater akan memberikan pesan-pesan kepada penonton. Melalui cerita, penonton tidak terasa dididik untuk mengerti kebaikan dan kejahatan.


Evaluasi Bab 2
Pilihlah satu jawaban yang anda anggap paling benar !

1. Drama berasal dari bahasa :
a. Yunani b. Latin c. Romawi d. Sansekerta e. Inggris

2. Draomai yang berarti : berbuat, berlaku, bertindak, bereaksi
a. berbuat b. berlaku c. bertindak d. Bereaksi e. Semuanya benar

3. Cerita konflik manusia dalam bentuk dialog, yang diproyeksikan pada pentas dengan menggunakan percakapan atau action dihadapan penonton (audience), disebut :
a. Teater b. Drama c. Sandiwara d. Naskah e. Lakon

4. Sandiwara adalah pengajaran yang dilakukan dengan perlambang, istilah ini menurut pendapat:
a. Brander Mathews b. Ki Hajar Dewantara
c. Balthazar Verhagen d. Moulton
e. Ferdinand Brunetierre

5. Pertunjukan teater bermula dari pemujaan terhadap dewa kesuburan Yunani, Dewa apakah tersebut :
a. Dewa Dionisus b. Dewa Dewi c. Dewa Zeus d. Dewa Brahma e. Dewa Wisnu

6. Drama adalah konflik dari sifat manusia merupakan sumber pokok utama, definisi ini menurut pendapat :
a. Brander Mathews b. Ferdinand Brunetierre
c. Balthazar Verhagen d. Moulton
e. Ki Hajar Dewantara

7. Drama haruslah melahirkan kehendak manusia dengan action definisi ini menurut pendapat :
a. Brander Mathews b. Ferdinand Brunetierre
c. Balthazar Verhagen d. Moulton
e. Ki Hajar Dewantara

8. Media teater adalah :
a. Naskah b. Musik, nyanyian dan Tarian
c. Semuanya benar d. Dialog
e. Gerak dan laku

9. Drama adalah kesenian melukiskan sifat dan sikap manusia dengan gerak, definisi ini menurut pendapat :
a. Brander Mathews b. Ferdinand Brunetierre
c. Balthazar Verhagen d. Moulton
e. Ki Hajar Dewantara

10. Pertunjukan drama disebut juga sandiwara. Kata sandiwara itu dibuat oleh :
a. Ki Hajar Dewantara b. PKG. Mangkunegara VI
c. PKG. Mangkunegara VII d. Hamengkubuwono IX
e. PKG. Mangkunegara V

11. Di dalam penjelasan formula dramaturgi tentang pertama kali manusia / pengarang mengkhayalkan kisah ada inspirasi-inspirasi, ide-ide (idea) di sebut tahapan :
a. M 1 b. M 2 c. M 3 d. M 4 e. M 5

12. Di dalam penjelasan formula dramaturgi tentang pelaku-pelaku memainkan kisah yang sama untuk ketiga kalinya (action). Disini aktor dan aktris yang bertindak dalam stage tertentu
a. M 1 b. M 2 c. M 3 d. M 4 e. M 5

13. Di dalam penjelasan formula dramaturgi tentang penonton menyasikan kisah yang sama untuk keempat kalinya (audience).
a. M 1 b. M 2 c. M 3 d. M 4 e. M 5

14. Di dalam penjelasan formula dramaturgi tentang pengarang menyusun kisah yang sama (the same idea) untuk kedua kalinya. Pengarang menulis kisah (story).
a. M 1 b. M 2 c. M 3 d. M 4 e. M 5

15. Pengertian teater Secara etimologis adalah :
a. Pentas b. Stage c. Musik d. Gedung pertunjukan e. Drama

16. Unsur-unsur pokok dari teater adalah, kecuali :
a. Pemain b. Penonton c. Setting d. Cerita e. Sutradara

17. Teater ialah segala tontonan yang dipertunjukkan didepan orang banyak, definisi tersebut adalah pengertian teater dalam arti :
a. Besar b. Kecil c. Luas d. Sempit e. Drama

18. Drama kisah hidup dan kehidupan manusia yang diceritakan di atas pentas, disasksikan oleh orang banyak, dengan media; percakapan, gerak dan laku, dengan atau tanpa dekor, didasarkan pada naskah yang tertulis (hasil seni sastra) dan atau tanpa musik, nyanyian, tarian. definisi tersebut adalah pengertian teater dalam arti :
a. Besar b. Kecil c. Luas d. Sempit e. Drama

20. Apa yang dimaksud dengan formula dramaturgi atau 4M :
a. Memainkan d. Mengkhayalkan
b. Menyaksikan e. Menuliskan
c. Semuanya benar

Analisis

Baju Bodo
1.DESKRIPSI
      A.ASAL USUL BAJU BODO






 JAKARTA, MEDIA INDONESIA – ORGANZA tanpa lengan ini sudah turun-temurun dipakai perempuan Bugis.  Kata bodo diambil dari bahasa setempat, yang berarti ’tak berlengan’.
Menurut tradisi, suku dari Sulawesi Selatan sejak dahulu sudah menetapkan enam penggolongan warna bagi pemakainya.
Masing-masing menunjukkan tingkat usia juga status sosial. Baju bodo berwarna jingga hanya dikenakan oleh anak perempuan usia 10 tahun. Campuran jingga dan merah darah dikenakan gadis yang usianya antara 10 tahun dan 14 tahun.
Beranjak ke usia 17 tahun hingga 25 tahun, sang gadis mengenakan organza putih dipakai para inang dan dukun, hijau khusus buat putri bangsawan, lalu ungu bagi para janda.
Umumnya, baju bodo dipadukan dengan lipa sabbe, yakni sarung sutra bercorak kotak. Kemudian para perempuan menambahkan aksesori seperti bando kembang goyang, untaian kembang kuningan di leher, dan gelang tebal.
Para perempuan akan memamerkan baju bodo mereka pada pesta besar seperti pernikahan. Namun zaman sekarang ketika pilihan baju pesta seperti kebaya modern dan gaun malam lebih populer, keturunan Bugis hanya memakai pakaian tradisionalnya saat ia menikah atau mendampingi mempelai wanita sebagai passappi. Tentunya, aturan warna pun tidak lagi dipertimbangkan secara ketat.
Beberapa kali, sejumlah perancang dalam negeri berusaha mempopulerkan kembali baju bodo. Salah satunya Oscar Lawalata, yang pertengahan tahun ini mulai memasukkan kembali baju bodo dengan potongan simetris sederhananya ke dalam butik berlabel Oscar Lawalata Culture. (Ccs/N-1)
(Sumber MEDIA INDONESIA, 10 November 2008)
Baju bodo  merupakan jenis baju bungkus yang memiliki busana kutang yang artinya busana yang dipakai dengan cara dimasukkan melalui kepala baik
mempunyai sambungan lengan ataupun tidak. Contoh busana tradisional Indonesia yang
memiliki bentuk dasar Kutang yaitu :
1. Baju Kurung di Sumatera Barat
2. Baju Bodo di Sulawesi Selatan
3. Baju Poro-poro di Sumbawa\
]
4. Baju Rambunua di Flores
5. Baju Cele di Ambon baju Teluk Belanga di Sumatera Barat
Bentuk Kaftan merupakan bentuk dasar busana bagian atas yang memiliki belahan pada pada bagian muka.

Baju Bodo Sebagai Salah Satu Busana Tradisional Indonesia dari Daerah
Sulawesi Selatan

Baju Bodo merupakan busana khas wanita di daerah Makasar, Mandar dan Bugis di
propinsi Sulawesi Selatan. Baju Bodo disebut pula Bodo Gesung atau baju yang
berlengan pendek dan menggelembung karena pada bagian punggungnya
menggelembung. Baju Bodo merupakan busana tertua usianya di bandingkan busana adat
lainnya di daerah Sulawesi.
Busana adat ini terdiri dari blus sebagai busana bagian atas dan sarung sebagai busana
bagian bawahnya. Sementara blusnya terdiri dari jenis baju Bodo dan baju Labbu. Baju
Labbu merupakan baju Bodo berlengan panjang. Baju Bodo seperti telah di jelaskan di
muka termasuk busana tradisional Indonesia yang tergolong jenis busana kutang pada
bagian blusnya dan busana bungkus pada bagian sarungnya.
Penduduk Sulawesi mengenal busana dari tekstil sejak zaman batu muda. Ciri zaman
batu muda adalah adanya kepandaian mengasah, membentuk alat-alat batu sehingga
diperoleh bentuk yang indah dan bernilai seni tinggi juga terjadi perubahan penghidupan
dari foodgathering menjadi foodproducting. Kehidupan mengembara menjadi kehidupan
tinggal menetap untuk bercocok tanam dan berternak.
Perubahan sosial yang terjadi membawa perubahan pada seluruh segi kehidupan, maka
muncullah masyarakat terorganisir dengan segala bentuk peraturan. Ikatan kerjasama
kemudian menciptakan pembagian kerja dan pada akhirnya timbul kepandaian tertentu
seperti membuat kerajinan tangan sebagai perhiasan seperti gelang dan kalung, menenun
pakaian dari bahan tekstil dan membuat periuk belanga.
Ketentuan atau tata cara berbusana pada masyarakat Sulawesi telah diatur dalam sebuah
kitab suci yaitu Patuntung atau tuntunan yang merupakan pedoman dalam menjalankan
kaidah kerohanian. Selain itu kitab suci tersebut berisi mantera untuk pengobatan, mandi
dan pernikahan. Kitab suci tersebut berasal dari warisan kepercayaan asli yaitu
animisme dan dinamisme sebagai sistem religi dan agama serta kepercayan yang benar
yang terbagi kedalam Toani Tolotang, Patuntung dan Aluk Todolo.
5
Pada awalnya baju Bodo terbuat dari kain kasa merah atau hitam rangkap dua dan
dikanji. Panjangnya hingga ke tanah , sehingga merupakan 2 x panjang busana dengan
lebar  1 m. Kain itu kemudian dilipat menurut panjangnya. Kedua sisanya dijahit, lalu
disisakan 12 cm sebagai lubang lengan. Bagian lubang lengan waktu memakainya agak
disingsingkan sehingga lengan menggelembung. Sarung tidak diikat pada pinggang
namun hanya dipegang saja dengan tangan kiri.
Ciri khas baju Bodo adalah :
a. Berbentuk segi empat.
b. Tidak berlengan .
c. Sisi samping blus dijahit.
d. Bentuk bagian badan blus menggelembung.
e. Bagian atas dilubangi untuk memasukkan kepala yang sekaligus juga merupakan
garis untuk lubang leher.
f. Tidak memiliki sambungan jahitan pada bagian bahu
g. Memakai hiasan berupa kepingan – kepingan logam berbentuk bulat berwarna emas
di seluruh pinggiran dan permukaan blus.
Kain yang dipergunakan untuk baju Bodo merupakan kain sutera yang tipis atau dari
serat nanas namun tidak tembus pandang karena dibuat rangkap dua. Warna dan
panjangnya Baju Bodo menunjukkan status perkawinan atau kedudukan si pemakai,
seperti :
No. Pemakai Warna Baju Bodo
1. Wanita yang sudah bersuami Merah tua (baju Bodo panjang)
2. Wanita puteri keraton Merah jambu (baju Bodo pendek)
3. Gadis di lingkungan keraton Hijau muda (baju Bodo pendek)
4. Gadis dari kalangan biasa Kuning (baju Bodo pendek)
5. Ibu mempelai wanita Hitam (baju Bodo panjang)
6. Pengantin wanita Merah darah (baju Bodo pendek)
7. Ibu pengasuh puteri keraton Putih (baju Bodo pendek)
Adanya pembagian warna pada pemakaian baju Bodo karena pada mulanya penduduk
Sulawesi merupakan campuran dari berbagai ras, maka dalam perkembangannya
kemudian terdapat sejumlah kesatuan sosial. Secara horizontal ditandai dengan adanya
perbedaan suku dan masing-masing memiliki kebudayaan sendiri dan kepercayaan
keagamaan yang bermacam-macam seperti kepercayaan asli yaitu animisme dan
dinamisme, Islam dan Kristen.
7
Adaptasi ekonomi juga memperlihatkan perbedaan, seperti semi nomaden yang
berpindah-pindah, menanam padi, nelayan, pedagang dan industri rumah tangga. Struktur
masyarakat ditandai oleh adanya perbedaan secara vertikal antara lapisan atas dan lapisn
bawah yang cukup tajam, sedang struktur politik tradisional terdapat mulai dari anak
suku sampai pada kerajaan. Namun demikian masyarakat mengembangkan kepercayaan
bahwa mereka berasal dari satu keturunan yaitu dari Dinasti Sawerigading yang
didukung mitos yang hidup dalam masyarakat.
Menurut kesusastraan Lagaligo, masyarakat Sulawesi Selatan mengenal pelapisan sosial
strata bangsawan yaitu Ana ‘karaeng bagi suku Makasar, Anakarung bagi suku Bugis
dan Tomaradeka atau orang merdeka bagi rakyat biasa. Dalam kehidupan sosial,
kelompok bangsawan dipandang sebagai kelas yang terpenting, dalam strata ini selalu
dipilih orang-orang yang pantas menduduki jabatan politik, sehingga sering dipandang
sebagai lapisan sosial yang memerintah.
Sarung yang dipergunakan sebagai paduan baju Bodo terbuat dari benang biasa atau
sutera asli yang berasal dari serat alam, serat pisang hutan, serat akar anggrek liar.
Sarung merupakan sarung tenun Mandar dan tenunan Bugis. Warna sarung yang
dipergunakan biasanya memiliki warna dasar hitam, coklat tua atau biru tua. Apabila
sarung dibuat dengan warna mengkilap disebut Lipa Sabbe. Ciri khas motif yang dipakai
adalah corak kotak-kotak besar atau kecil dengan hiasan emas pada garisnya.
Kelengkapan busana yang biasa dipakai untuk baju Bodo sebagai aksessoris dan
millineris adalah :
a. Selendang tipis dengan ujung – ujungnya dihiasi bundaran emas atau perak.
b. Tali ikat untuk mengencangkan lilitan sarung.
c. Ikat pinggang emas dengan pendingnya yang penuh dengan perhiasan.
d. Kipas.
e. Berbagai perhiasan emas, seperti ;
1) Sanggul berhiaskan bunga dengan tangkainya (pinang goyang).
2) Anting panjang (bangkarak).
8
3) Kalung berantai (geno ma’bule).
4) Kalung panjang (rantekote).
5) Kalung besar (geno sibatu).
f. Alas kaki dahulu tidak beralas kaki, namun sekarang menggunakan alas kaki berupa
selop atau sepatu pantoffel berwarna hitam.
Tata rias rambut yang biasa dipergunakan sebagai kelengkapan berbusana baju Bodo
adalah :
1. Sanggul yang letaknya rendah dengan hiasan tusuk sanggul emas besar berupa
kuntum bunga-bunga palsu dari kain, dan kembang goyang berupa bando yang
berbentuk setengah lingkaran dipakai membujur dihiasi bunga-bunga emas.
2. Untuk acara resmi rambut ditata dengan model sasak sedikit tinggi (sigara).
3. Atau sanggul agak rendah dan diletakkan agak ke sebelah kanan, berhias tusuk konde
dan di bagian pelipis kanan dan kiri diselipkan kembang goyang emas. Sederet bunga
serempa dan bunga seruni menghiasi seputar sanggul.
Keseluruhan penampilan baju Bodo tampak mewah dan gemerlap, hal ini dilatar
belakangi pada abad pertengahan penduduk Sulawesi memperlihatkan kekayaan mereka
dengan busana yang mewah dan perhiasan dari emas murni, permata yang mahal, kain
import yang berkualitas tinggi. Kondisi ini menurut ketererangan dalam sejarah Sulawesi
yaitu pemberitaan Tome Pires, hingga permulaan abad 16 pelayaran niaga penduduk dari
pulau Sulawesi atau dikenal dengan sebutan Ilhas dos Macassar berkisar pada
pemasaran produksi pertanian dan pertambangan seperti beras dan emas dengan
jangkauan pelayaran sampai kejaringan perdagangan Laut Cina Selatan dan Selat
Malaka.
Gambaran keadaan perdagangan Makasar pada permulan abad 16 hingga pertengahan
abad 17 menunjukkan bahwa Makasar ketika itu telah berkedudukan sebagai pusat
perdagangan terpenting, sebagai pelabuhan internasional dan pelabuhan transito bukan
hanya untuk kawasan Sulawesi tetapi juga kawasan timur Indonesia.
9
Komoditi dagang saat itu terdiri dari berbagai jenis produksi dari India seperti karikam,
dram, touria gadia, bethilles. Produksi dari Cina seperti : poselin, sutera, emas,perhiasan
emas, gong. Selain itu kayu sapan, rotan, lilin, parang, pedang, kapak, kain selayar, kain
bima, sisik penyu dan mutiara. Kemajuan Makasar dinyatakan oleh Anthony Reid
sebagai kisah kemajuan dan keberhasilan yang luar biasa dalam sejarah Indonesia.
Pemakaian baju Bodo di Sulawesi lebih banyak dipakai untul ritual, seperti pada upacara
kematian, perkawinan dan perayaan lainnya, semua kegiatan dalam upacara-upacara adat
tersebut dilakukan secara gotong-royong karena mereka memegang konsep idela
kebudayaan saling membantu pekerjaan untuk meringankan pekerjaan atau dikenal
dengan istilah Mapalus. Luapan kegembiraan ditampakkan dengan tari dan nyanyi
serta makan dan minum yang bersifat istimewa.
Perkawinan yang membentuk keluarga batih menjadi peristiwa kehidupan yang
dipandang salah satu hal yang sangat penting dalam perjalanan kehidupan. Perasaan,
harga diri, martabat pribadi, keluarga dan kelompok ikut dipertaruhkan dalam
penyelenggaraan perkawinan. Selain itu penampilan status dan kedudukan seseorang
dalam masyarakat turutdi tampilkan melalui cara berbusana.
Tata cara pemakain baju Bobo juga erat kaitannya dengan konsep budaya lain yaitu Sirik
yaitu suatu pandangan bahwa tingkah laku dapat diamati sebagai perwujudan
kebudayaan yang mengandung lima hal pokok yaitu ade’, bicara, warik, rappang dan
sarak. Kelima hal pokok ini di Bugis disebut Pangngaredeng, dan di Makassar disebut
Pangngadakkang. Sirik merupakan motivasi untuk menegakkan kesadaran
mempertahankan martabat salah satunya melalui busana.

3. Baju Bodo Saat Ini
Sejalan perkembangan zaman, baju Bodo kemudian bertahan dan berkembang sebagai
busana tradisional Indonesia yang mencerminkan kebudayan dari Sulawesi Selatan.
Keberadaannya kini sudah menjadi milik seluruh bangsa Indonesia, terbukti pada acaraacara
tertentu di daerah lain selain Sulawesi Selatan, baju Bodo banyak di pakai sebagai
10
salah satu busana nasional Indonesia. Kedudukannya sebagai busana tradisional telah
bergeser menjadi lebih populer sebagai busana nasional. Salah satu contoh dipakainya
baju Bodo pada acara karnaval mulai dari kalangan taman kanak-kanak sampai para
pejabat terkemuka.
Untuk mempertahankan keberadaan baju Bodo, masyarakat setempat memproduksi kain
dan sarung tradisional Bugis-Makassar untuk dijual kepada masyarakat umum. Harga
sarung dijual dengan harga yang cukup terjangkau oleh seluruh kalangan masyarakat
yaitu berkisar antara empat puluh ribu sampai tiga ratus ribu rupiah. Seperangkat baju
Bodo lengkap dengan assessoris dan millineris imitasi kini banyak dijual seharga dua
ratus riburupiah.
Busana yang dibuat sesuai aslinya hanya dapat dilihat di museum. Pemakaian warna baju
Bodo sekarang ini tidak memperhatikan aturan status sosial. Kain yang digunakan tidak
lagi dari kain transparan ditambah pula pemakaian pakaian dalam khusus yang dipakai
bersamaan dengan sarung sutera.
Perkembangan baju Bodo baik pemakaiannya di masyarakat luas maupun bentuk dan
modelnya tidak terlepas dari peran perancang busana nasional yang aktif berkreasi
membuat modifikasi baju Bodo sebagai salah satu cara mempertahankan budaya
nasional. Salah satu perancang yang aktif melakukan inovasi pada baju Bodo adalah
Edward Hutabarat. Beliau melakukan riset untuk mengangkat baju Bodo ke jenjang
internasional agar busana tradisional Indonesia dikenal di mancanegara dan di lingkungan
Indonesia sendiri baju Bodo menjadi populer dan menjadi busana nasional.


2.TEKNIK PEMBUATAN
a. Bagian blus baju Bodo
1) Garis lingkar lubang leher mempergunakan garis V.
2) Bentuk dasar baju Bodo secara geometris adalah bujur sangkar bila dibentuk 2
dimensi (shape) dan berbentuk kubus bila dibentuk 3 dimensi (form).
3) Bentuk lengan pada baju Bodo adalah model Setali atau Kimono Sleeve. Bentuk
lengan yang pendek menggelembung terbentuk karena pada saat pemkaian agak
disingsingkan ke atas.
4) Bentuk menggelembung pada bagian belakang terjadi karena letak lingkar lubang
leher tidak pada lipatan kain namun di letakkan pada bagian atas lapisan kain
bagian muka.
b. Bagian sarung
1) Sarung yang dipergunakan sebagai padanan baju Bodo biasanya mempergunakan
lipitan kain pada bagian tengah belakang badan.
2) Panjang sarung merupakan ukuran Longdress.
3) Bentuk sarung yang biasanya dipergunakan berupa kain yang berbentuk persegi
panjang disambungkan bagian ujung sisi-sisinya sehingga membentuk silinder.

                                                                                   




Gambar Proporsi Tubuh Pada Desain Baju Bodo


3.SIMPULAN
   Simpulan yang dapat ditarik pada pembahasan tugas analisa morfologi ini adalah :
a. Ukuran merupakan hal yang sangat pokok dan mendasar dalam membuat analisa
morfologi pada obyek desain.
b. Modifikasi pada busana daerah merupakan upaya mencari alternatif mencari aspek
baru baik dari segi bentuk, motif, corak, warna, ukuran namun tidak meninggalkan
ciri khas utama.
c. Ciri khas utama yang tidak berubah pada modifikasi baju Bodo karya Edward
Hutabarat ini adalah bentuk garis luar baju Bodo yaitu bentuk bujur sangkar atau
kubus. Selain itu pada bagian bahu tidak ada jahitan sambungan dan bentuk blus yang
menggelembung.
d. Baju Bodo memiliki desain struktur berupa silhoutte berbentuk Bustle Silhoutte yang
tampak pada bagian blus yang menggelembung dan bagian belakang sarung yang
berupa lipitan kain dan menggelembung juga. Efek menggelembung ditimbulkan pula
dari tekstur kain yang digunakan yaitu sutera yang kaku.


2.ANALISIS BAJU BODO
    A.FUNGSI
FUNGSI BAJU BODO adalah sebagai baju yang dipakai pada acara-acara adat seperti pada saat acara perkawinan  pengobatan,dan pada saat acara-acara pemilihan  seperti pemilihan kallolo,naddara di daerah Sulawesi dan dipakai pula pada acara-acara adat serta dipakai pada HUT RI pada tanggal 17 Agustus
B.TUJUAN
          Tujuan dibuatnya baju bodo adalah  Sebagai Salah Satu Busana Tradisional Indonesia dari Daerah SULAWESI SELATAN dan merupakan  warisan dari leluhur kita yang masih menganut aliran animisme dan dinamisme pada zaman batu muda

C.NILAI – NILAI
   1.NILAI BUDAYA
       Nilai budaya yang terkandung dalam baju bodo adalah sebagai salah satu pakaian adat tradisional INDONESIA  yang berada didaerah SULAWESI SELATAN  yang memiliki motif warna dan bentuknya unik seperti warnanya yang bermacam-macam  sesuai dengan usia yang memekai baju bodo tersebut seperti yang telah dijelaskan di atas sedangkan bentuknya yang unik seperti baju yang berbentuk persegi  empat dan dipasangkan dengan lipa sabbe serta cara memakainya beragam-ragam,ada yang dipegang dengan tangan, ada juga yang diikat  serta memakai karet.
2.Nilai Artistik
            Nilai artistic yang terdapat dalam baju bodo adalah nilai-nilai keindahan yang terkandung pada suatu karya seni.Baju bodo ini mempunyai keunikan tersendiri dari baju-baju lainnya dimana baju ini member kesan yang menarik yaitu mempunyai bentuk yang sederhana mempunyai warna yang bermacam-macam ,tekstur kainya yang panjangnya hingga ke tanah , sehingga merupakan 2 x panjang busana dengan
lebar  1 m. Kain itu kemudian dilipat menurut panjangnya. Kedua sisanya dijahit, lalu
disisakan 12 cm sebagai lubang lengan. Bagian lubang lengan waktu memakainya agak
disingsingkan sehingga lengan menggelembung. Sarung tidak diikat pada pinggang
namun hanya dipegang saja dengan tangan kiri tetapi ada juga yang memakai karet pada acara-acara perkawinan yang bertindak sebagai pagar ayu.
    Ada pun tatrias rabut yang digunakan saat memakai baju bodo:
1. Sanggul yang letaknya rendah dengan hiasan tusuk sanggul emas besar berupa
kuntum bunga-bunga palsu dari kain, dan kembang goyang berupa bando yang
berbentuk setengah lingkaran dipakai membujur dihiasi bunga-bunga emas.
2. Untuk acara resmi rambut ditata dengan model sasak sedikit tinggi (sigara).
3. Atau sanggul agak rendah dan diletakkan agak ke sebelah kanan, berhias tusuk konde
dan di bagian pelipis kanan dan kiri diselipkan kembang goyang emas. Sederet bunga
serempa dan bunga seruni menghiasi seputar sanggul.


3.NILAI  EKONOMI
 NILAI EKONOMI PADA BAJU BODO kini sangat tinggi harganya, Bodo lengkap dengan assessoris dan millineris imitasi kini banyak dijual seharga dua ratus ribu,
 Akan tetapi menurut saya baju bodo  tidak diperjual belikan melaingkan hanya untuk di persewakan bagi yang membutuhkannya pada saat acara-acara tertentu seperti acara-acara istiadat,acara perkawinan,serta acara-acara kesenian daerah karna baju bodo sekarang tidak sesuai aslinya seperti aslinya yang tgerdapat di musium

4.NILAI RELIGI
        Nilai religi yang terkandung pada baju bodo adalah nilai-nilai agama (kepercayaan) bagi setiap masyarakat SULSEL , sebab pada awal mulanya baju bodo  bodo Pada dasarnya baju bodo dipakai pada acara-acara ritual,kematian









gambar-gambar baju bodo
                        

                











DAFTAR PUSTAKA

http://www.google.co.id/search?hl=id&client=firefox-a&rls=org.mozilla%3Aid%3Aofficial&channel=s&q=baju+bodo&aq=f&aqi=g10&aql=&oq=&gs_rfai=
id.wikipedia.org/wiki/Baju_bodo
baju bodo
www.rappang.com/2008/12/makna-warna-baju-bodo
http://www.google.co.id/search?hl=id&client=firefox-a&rls=org.mozilla%3Aid%3Aofficial&channel=s&q=asal+usul+baju+bodo&btnG=Telusuri&aq=f&aqi=&aql=&oq=&gs_rfai=
d.wikipedia.org/wiki/Indonesia
http://www.google.co.id/search?q=asal+usul+baju+bodo&hl=id&client=firefox-a&rls=org.mozilla:id:official&channel=s&ei=hJCkTIuMN4mecYTdlbUI&start=10&sa=N