This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Senin, 28 Mei 2012

Mozaik

MOZAIK
Seni Mosaic adalah ekspresi keindahan melalui ubin keramik warna-warni kecil dan rusak. Dasar teknik mosaik termasuk menerapkan perekat ke permukaan proyek Anda dan menekan dalam mosaik bit untuk membentuk sebuah gambar atau sebuah kaleidoskop berwarna-warni.
 1. Freestyle Mosaic

Membuat mosaik gaya bebas merupakan proyek kerajinan dengan ubin mosaik, keramik rusak, cabochons kaca dan setiap kecil lainnya, datar dapat mendukung objek. Thinset adalah bahan perekat standar yang digunakan dalam pembuatan mosaik proyek luar ruangan karena daya tahan dan ketahanan terhadap unsur-unsur. Untuk proyek dalam ruangan, itu tidak perlu menggunakan thinset; kerajinan lem kuat seperti Weldbond, E6000 atau Kuku cair yang jelas dapat bekerja dengan baik. Sebarkan perekat atas bagian kecil pada suatu waktu, menempatkan ubin mosaik atau bit. Anda harus meninggalkan sekitar 1 / 8 dari satu inci antara potongan-potongan mozaik saat Anda menempatkan mereka pada proyek Anda.
Dengan mosaik gaya bebas, tidak ada pola untuk diikuti – hanya menempatkan bit dengan cara yang menyenangkan Anda. Hasil akhirnya akan menjadi kebun binatang warna dan tekstur. Tunggu minimal 24 jam untuk lem benar-benar ditempelkan sebelum Anda menambahkan nat. Grouting sederhana, Anda hanya menyebarkan materi di celah-celah antara masing-masing bagian. Bagian terberat tentang grouting adalah pembersihan. Anda harus menghapus semua nat dari potongan mosaik wajah Anda sebelum mengering atau permukaan ubin dan keramik Anda dapat menjadi keruh. Bersihkan permukaan dengan air hangat dan spons sampai semua nat pada bit mosaik terhapus. Tunggu sampai kering grout nya, dan kemudian menerapkan sealer nat untuk melindungi proyek Anda dari kelembaban dan pewarnaan.
2. Mosaic bermotif

Anda dapat menggunakan teknik mosaik kerajinan yang sama untuk membuat sebuah mosaik bermotif seperti yang Anda gunakan untuk membuat sebuah mosaik gaya bebas. Satu-satunya perbedaan adalah bahwa Anda menggambar pola Anda langsung ke meja Anda atau perkebunan sebelum Anda menerapkan perekat. Bekerja di bagian-bagian kecil, menambahkan warna yang berbeda dari ubin mosaik atau keramik yang rusak untuk membuat pola atau gambar.

3. Layered Mosaic

Buat proyek mosaik mudah tanpa diperlukan grouting. Teknik kerajinan mosaik adalah prinsip yang sama seperti dengan karya seni mozaik lain, tetapi potongan keramik, genteng dan kaca berlapis bukan hanya ditempatkan berdampingan. Anda dapat menggunakan teknik ini pada proyek-proyek kecil seperti frame mozaik, vas atau pekebun. Pada dasarnya, apapun yang Anda dapat mosaik dengan cara tradisional dengan thinset dan nat, Anda dapat membuat sebagai mosaik berlapis. Mulailah dengan menerapkan perekat di bagian belakang potongan pribadi Anda. Lem kerajinan yang kuat adalah pilihan terbaik untuk membuat sebuah mosaik berlapis karena lebih mudah untuk diterapkan. Jika mosaik berlapis Anda akan digunakan di luar ruangan, gunakan Kuku Cair atau perekat tahan air. Lem bahan mosaik untuk proyek Anda, potongan di samping pas satu sama lain yang Anda inginkan. Kembalilah ke seluruh bagian, mengisi kesenjangan sedikit mosaik dengan yang lain di atas dengan bit Anda telah ditempatkan. Hasilnya adalah proyek 3-D yang penuh dengan warna dan tekstur, tetapi tidak ada nat.

SENI LUKIS

Sejarah umum seni lukis
starrynightovertherhone1
Zaman prasejarah
Secara historis, seni lukis sangat terkait dengan gambar. Peninggalan-peninggalan prasejarah memperlihatkan bahwa sejak ribuan tahun yang lalu, nenek moyang manusia telah mulai membuat gambar pada dinding-dinding gua untuk mencitrakan bagian-bagian penting dari kehidupan mereka.
Semua kebudayaan di dunia mengenal seni lukis. Ini disebabkan karena lukisan atau gambar sangat mudah dibuat. Sebuah lukisan atau gambar bisa dibuat hanya dengan menggunakan materi yang sederhana seperti arang, kapur, atau bahan lainnya. Salah satu teknik terkenal gambar prasejarah yang dilakukan orang-orang gua adalah dengan menempelkan tangan di dinding gua, lalu menyemburnya dengan kunyahan daun-daunan atau batu mineral berwarna.
Hasilnya adalah jiplakan tangan berwana-warni di dinding-dinding gua yang masih bisa dilihat hingga saat ini. Kemudahan ini memungkinkan gambar (dan selanjutnya lukisan) untuk berkembang lebih cepat daripada cabang seni rupa lain seperti seni patung dan seni keramik.
Seperti gambar, lukisan kebanyakan dibuat di atas bidang datar seperti dinding, lantai, kertas, atau kanvas. Dalam pendidikan seni rupa modern di Indonesia, sifat ini disebut juga dengan dwi-matra (dua dimensi, dimensi datar). Seiring dengan perkembangan peradaban, nenek moyang manusia semakin mahir membuat bentuk dan menyusunnya dalam gambar, maka secara otomatis karya-karya mereka mulai membentuk semacam komposisi rupa dan narasi (kisah/cerita) dalam karya-karyanya.
Objek yang sering muncul dalam karya-karya purbakala adalah manusia, binatang, dan obyek-obyek alam lain seperti pohon, bukit, gunung, sungai, dan laut. Bentuk dari obyek yang digambar tidak selalu serupa dengan aslinya. Ini disebut citra dan itu sangat dipengaruhi oleh pemahaman si pelukis terhadap obyeknya. Misalnya, gambar seekor banteng dibuat dengan proporsi tanduk yang luar biasa besar dibandingkan dengan ukuran tanduk asli. Pencitraan ini dipengaruhi oleh pemahaman si pelukis yang menganggap tanduk adalah bagian paling mengesankan dari seekor banteng. Karena itu, citra mengenai satu macam obyek menjadi berbeda-beda tergantung dari pemahaman budaya masyarakat di daerahnya. Pencitraan ini menjadi sangat penting karena juga dipengaruhi oleh imajinasi. Dalam perkembangan seni lukis, imajinasi memegang peranan penting hingga kini.
tuscan
Pada mulanya, perkembangan seni lukis sangat terkait dengan perkembangan peradaban manusia. Sistem bahasa, cara bertahan hidup (memulung, berburu dan memasang perangkap, bercocok-tanam), dan kepercayaan (sebagai cikal bakal agama) adalah hal-hal yang mempengaruhi perkembangan seni lukis. Pengaruh ini terlihat dalam jenis obyek, pencitraan dan narasi di dalamnya. Pada masa-masa ini, seni lukis memiliki kegunaan khusus, misalnya sebagai media pencatat (dalam bentuk rupa) untuk diulangkisahkan. Saat-saat senggang pada masa prasejarah salah satunya diisi dengan menggambar dan melukis. Cara komunikasi dengan menggunakan gambar pada akhirnya merangsang pembentukan sistem tulisan karena huruf sebenarnya berasal dari simbol-simbol gambar yang kemudian disederhanakan dan dibakukan.
Pada satu titik, ada orang-orang tertentu dalam satu kelompok masyarakat prasejarah yang lebih banyak menghabiskan waktu untuk menggambar daripada mencari makanan. Mereka mulai mahir membuat gambar dan mulai menemukan bahwa bentuk dan susunan rupa tertentu, bila diatur sedemikian rupa, akan nampak lebih menarik untuk dilihat daripada biasanya. Mereka mulai menemukan semacam cita-rasa keindahan dalam kegiatannya dan terus melakukan hal itu sehingga mereka menjadi semakin ahli. Mereka adalah seniman-seniman yang pertama di muka bumi dan pada saat itulah kegiatan menggambar dan melukis mulai condong menjadi kegiatan seni.
Seni lukis zaman klasik
Seni lukis zaman klasik kebanyakan dimaksudkan untuk tujuan:
       Mistisme (sebagai akibat belum berkembangnya agama)
       Propaganda (sebagai contoh grafiti di reruntuhan kota Pompeii),
Di zaman ini lukisan dimaksudkan untuk meniru semirip mungkin bentuk-bentuk yang ada di alam. Hal ini sebagai akibat berkembangnya ilmu pengetahuan dan dimulainya kesadaran bahwa seni lukis mampu berkomunikasi lebih baik daripada kata-kata dalam banyak hal. Selain itu, kemampuan manusia untuk menetap secara sempurna telah memberikan kesadaran pentingnya keindahan di dalam perkembangan peradaban.
Seni lukis zaman pertengahan
Sebagai akibat terlalu kuatnya pengaruh agama di zaman pertengahan, seni lukis mengalami penjauhan dari ilmu pengetahuan. Ilmu pengetahuan dianggap sebagai sihir yang bisa menjauhkan manusia dari pengabdian kepada Tuhan. Akibatnya, seni lukis pun tidak lagi bisa sejalan dengan realitas.
Kebanyakan lukisan di zaman ini lebih berupa simbolisme, bukan realisme. Sehingga sulit sekali untuk menemukan lukisan yang bisa dikategorikan “bagus”.
Lukisan pada masa ini digunakan untuk alat propaganda dan religi. Beberapa agama yang melarang penggambaran hewan dan manusia mendorong perkembangan abstrakisme (pemisahan unsur bentuk yang “benar” dari benda).
Namun sebagai akibat pemisahan ilmu pengetahuan dari kebudayaan manusia, perkembangan seni pada masa ini mengalami perlambatan hingga dimulainya masa renaissance.
Seni lukis zaman Renaissance
Berawal dari kota Firenze. Setelah kekalahan dari Turki, banyak sekali ahli sains dan kebudayaan (termasuk pelukis) yang menyingkir dari Bizantium menuju daerah semenanjung Italia sekarang.
Dukungan dari keluarga deMedici yang menguasai kota Firenze terhadap ilmu pengetahuan modern dan seni membuat sinergi keduanya menghasilkan banyak sumbangan terhadap kebudayaan baru Eropa.
Seni Rupa menemukan jiwa barunya dalam kelahiran kembali seni zaman klasik. Sains di kota ini tidak lagi dianggap sihir, namun sebagai alat baru untuk merebut kembali kekuasaan yang dirampas oleh Turki.
Pada akhirnya, pengaruh seni di kota Firenze menyebar ke seluruh Eropa hingga Eropa Timur.
Tokoh yang banyak dikenal dari masa ini adalah:
       Tomassi
       Donatello
     2i
  Leonardo da Vinci
       534px-michelangelo_-_fresco_of_the_last_judgement
Michaelangelo
       Raphael
Art Nouveau
Revolusi Industri di Inggris telah menyebabkan mekanisasi di dalam banyak hal. Barang-barang dibuat dengan sistem produksi massal dengan ketelitian tinggi. Sebagai dampaknya, keahlian tangan seorang seniman tidak lagi begitu dihargai karena telah digantikan kehalusan buatan mesin.
Sebagai jawabannya, seniman beralih ke bentuk-bentuk yang tidak mungkin dicapai oleh produksi massal (atau jika bisa, akan biaya pembuatannya menjadi sangat mahal). Lukisan, karya-karya seni rupa, dan kriya diarahkan kepada kurva-kurva halus yang kebanyakan terinspirasi dari keindahan garis-garis tumbuhan di alam.
Sejarah seni lukis di Indonesia
Seni lukis modern Indonesia dimulai dengan masuknya penjajahan Belanda di Indonesia. Kecenderungan seni rupa Eropa Barat pada zaman itu ke aliran romantisme membuat banyak pelukis Indonesia ikut mengembangkan aliran ini. Awalnya pelukis Indonesia lebih sebagai penonton atau asisten, sebab pendidikan kesenian merupakan hal mewah yang sulit dicapai penduduk pribumi. Selain karena harga alat lukis modern yang sulit dicapai penduduk biasa.
Raden Saleh Syarif Bustaman adalah salah seorang asisten yang cukup beruntung bisa mempelajari melukis gaya Eropa yang dipraktekkan pelukis Belanda.
Raden Saleh kemudian melanjutkan belajar melukis ke Belanda, sehingga berhasil menjadi seorang pelukis Indonesia yang disegani dan menjadi pelukis istana di beberapa negera Eropa.
Namun seni lukis Indonesia tidak melalui perkembangan yang sama seperti zaman renaisans Eropa, sehingga perkembangannya pun tidak melalui tahapan yang sama.
Era revolusi di Indonesia membuat banyak pelukis Indonesia beralih dari tema-tema romantisme menjadi cenderung ke arah “kerakyatan”. Objek yang berhubungan dengan keindahan alam Indonesia dianggap sebagai tema yang mengkhianati bangsa, sebab dianggap menjilat kepada kaum kapitalis yang menjadi musuh ideologi komunisme yang populer pada masa itu. Para pelukis kemudian beralih kepada potret nyata kehidupan masyarakat kelas bawah dan perjuangan menghadapi penjajah.
Selain itu, alat lukis seperti cat dan kanvas yang semakin sulit didapat membuat lukisan Indonesia cenderung ke bentuk-bentuk yang lebih sederhana, sehingga melahirkan abstraksi.
Gerakan Manifesto Kebudayaan yang bertujuan untuk melawan pemaksaan ideologi komunisme membuat pelukis pada masa 1950an lebih memilih membebaskan karya seni mereka dari kepentingan politik tertentu, sehingga era ekspresionisme dimulai. Lukisan tidak lagi dianggap sebagai penyampai pesan dan alat propaganda, namun lebih sebagai sarana ekspresi pembuatnya. Keyakinan tersebut masih dipegang hingga saat ini.
Perjalanan seni lukis kita sejak perintisan R. Saleh sampai awal abad XXI ini, terasa masih terombang-ambing oleh berbagai benturan konsepsi.
Kemapanan seni lukis Indonesia yang belum mencapai tataran keberhasilan sudah diporak-porandakan oleh gagasan modernisme yang membuahkan seni alternatif atau seni kontemporer, dengan munculnya seni konsep (conceptual art): “Installation Art”, dan “Performance Art”, yang pernah menjamur di pelosok kampus perguruan tinggi seni sekitar 1993-1996. Kemudian muncul berbagai alternatif semacam “kolaborasi” sebagai mode 1996/1997. Bersama itu pula seni lukis konvensional dengan berbagai gaya menghiasi galeri-galeri, yang bukan lagi sebagai bentuk apresiasi terhadap masyarakat, tetapi merupakan bisnis alternatif investasi.[rujukan?]
Aliran seni lukis
Surrealisme
Lukisan dengan aliran ini kebanyakan menyerupai bentuk-bentuk yang sering ditemui di dalam mimpi. Pelukis berusaha untuk mengabaikan bentuk secara keseluruhan kemudian mengolah setiap bagian tertentu dari objek untuk menghasilkan sensasi tertentu yang bisa dirasakan manusia tanpa harus mengerti bentuk aslinya.
Kubisme
Adalah aliran yang cenderung melakukan usaha abstraksi terhadap objek ke dalam bentuk-bentuk geometri untuk mendapatkan sensasi tertentu. Salah satu tokoh terkenal dari aliran ini adalah Pablo Picasso.
180px-picasso7
Romantisme
Merupakan aliran tertua di dalam sejarah seni lukis modern Indonesia. Lukisan dengan aliran ini berusaha membangkitkan kenangan romantis dan keindahan di setiap objeknya. Pemandangan alam adalah objek yang sering diambil sebagai latar belakang lukisan.
Romantisme dirintis oleh pelukis-pelukis pada zaman penjajahan Belanda dan ditularkan kepada pelukis pribumi untuk tujuan koleksi dan galeri di zaman kolonial. Salah satu tokoh terkenal dari aliran ini adalah Raden Saleh.
Aliran lain
  180px-picasso_le_reve_copy
     Ekspresionisme
       Impresionisme
       Fauvisme
       Neo-Impresionisme
       Realisme
       Naturalisme
       De Stijl
Abstraksi
Adalah usaha untuk mengesampingkan unsur bentuk dari lukisan. Teknik abstraksi yang berkembang pesat seiring merebaknya seni kontemporer saat ini berarti tindakan menghindari peniruan objek secara mentah. Unsur yang dianggap mampu memberikan sensasi keberadaan objek diperkuat untuk menggantikan unsur bentuk yang dikurangi porsinya.

KEBANGSAAN


KEBANGSAAN
إِيْرَانُ
   
Iran
عِرَاقُ
   
Irak
هِنْدُ
   
India
بَاكِسْتَانُ
   
Pakistan
كُوْرِيَا
   
Korea
بَنْغَلاَدِيْسُ
   
Bangladesh
اَلْجَزَائِرُ
   
Aljazair
نَيْجِيْرِيَا
   
Nigeria
رُوْمَا
   
Roma
هُوْلَنْدَا
   
Belanda
أَوسْتَرَالِيَا
   
Australia
يُوْنَانُ
   
Yunani
فَرَنْسَا
   
Perancis
إِسْبَانِيَا
   
Sepanyol
أَلْمَانِيَا
   
Jerman
يَمَنٌ
   
Yaman
أَفْرِيْقَا
   
Afrika
تُوْنِسُ
   
Tunisia
فِيتْنَامُ
   
Vietnam
كُوَيْتُ
   
Kuwait
سِنْغَافُوْرَا
   
Singapura
صُوْمَالُ
   
Somalia
اُرْدُنُ
   
Yordania
فِلِسْطِيْنُ
   
Palestina
فِلِبِّيْنُ
   
Filipina
بُورْمَا
   
Birma
لُبْنَانُ
   
Libanon
سُوْدَانُ
   
Sudan
إِسْرَائِيْلُ
   
Isroil
مِصْرُ
   
Mesir

KEHIDUPAN SEHARI-HARI

KEHIDUPAN SEHARI-HARI
فعل الماضى (kata kerja lampau)
   
Bangun / berdiri
   
Mandi, mencuci
   
Wudlu
   
Mengusap, menghapus
   
Mendengar
   
Sholat
هو
   
قَامَ
   
غَسَلَ
   
تَوَضَّأَ
   
مَسَحَ
   
سَمِعَ
   
صَلَّى
هما
   
قَامَا
   
غَسَلاَ
   
تَوَضَّئَا
   
مَسَحَا
   
سَمِعاَ
   
صَلاَّ
هم
   
قَامُوْا
   
غَسَلُوا
   
تَوَضَّأُوْا
   
مَسَحُوا
   
سَمِعُوْا
   
صَلُّوا
هي
   
قَامَتْ
   
غَسَلَتْ
   
تَوَضَّأَتْ
   
مَسَحَتْ
   
سَمِعَتْ
   
صَلَّتْ
هما
   
قَامَتَا
   
غَسَلَـتَا
   
تَوَضَّأَتَا
   
مَسَحَتَا
   
سَمِعَتَا
   
صَلَّتَا
هن
   
قُمْنَ
   
غَسَلْنَ
   
تَوَضَّأْنَ
   
مَسَحْنَ
   
سَمِعْنَ
   
صَلَّيْنَ
أنتَ
   
قُمْتَ
   
غَسَلْتَ
   
تَوَضَّأْتَ
   
مَسَحْتَ
   
سَمِعتَ
   
صَلَّيْتَ
أنتما
   
قُمْتُمَا
   
غَسَلْتُمَا
   
تَوَضَّأْتُمَا
   
مَسَحْتُمَا
   
سَمِعْتُمَا
   
صَلَّيْتُمَا
أنتم
   
قُمْتُمْ
   
غَسَلْـتُمْ
   
تَوَضَّأْتُمْ
   
مَسَحْتُمْ
   
سَمِعْتُمْ
   
صَلَّيْتُمْ
أنتِ
   
قُمْتِ
   
غَسَلْتِ
   
تَوَضَّأْتِ
   
مَسَحْتِ
   
سَمِعْتِ
   
صَلَّيْتِ
أنتما
   
قُمْتَمَا
   
غَسَلْـتُمَا
   
تَوَضَّأْتُمَا
   
مَسَحْتُمَا
   
سَمِعْتُمَا
   
صَلَّيْتُمَا
أنتن
   
قُمْتُنَّ
   
غَسَلْـتُنَّ
   
تَوَضَّأْتُنَّ
   
مَسَحْتُنَّ
   
سَمِعْتُنَّ
   
صَلَّيْتُنَّ
أنا
   
قُمْتُ
   
غَسَلتُ
   
تَوَضَّأْتُ
   
مَسَحْتُ
   
سَمِعْتُ
   
صَلَّيْتُ
نحن
   
قُمْنَا
   
غَسَلْنَا
   
تَوَضَّأْنَا
   
مَسَحْناَ
   
سَمِعْنَا
   
صَلَّيْنَا
فعل المضارع (kata kerja sekarang)
هو
   
يَقُوْمُ
   
يَغْسِلُ
   
يَتَوَضَّأُ
   
يَمْسَحُ
   
يَسْمَعُ
   
يُصَلِّى
هما
   
يَقُوْمَانِ
   
يَغْسِلاَنِ
   
يَتَوَضَّئَانِ
   
يَمْسَحَانِ
   
يَسْمَعَانِ
   
يُصَلِّيَانِ
هم
   
يَقُوْمُوْنَ
   
يَغْسِلُوْنَ
   
يَتَوَضَّأُوْنَ
   
يَمْسَحُوْنَ
   
يَسْمَعُوْنَ
   
يُصَلُّوْنَ
هي
   
تَقُوْمُ
   
تَغْسِلُ
   
تَتَوَضَّأُ
   
تَمْسَحُ
   
تَسْمَعُ
   
تُصَلِّى
هما
   
تَقُوْمَانِ
   
تَغْسِلاَنِ
   
تَتَوَضَّئَانِ
   
تَمْسَحَانِ
   
تَسْمَعَانِ
   
تُصَلِّيَانِ
هن
   
يَقُمْنَ
   
يَغْسِلْنَ
   
يَتَوَضَّأْنَ
   
يَمْسَحْنَ
   
يَسْمَعْنَ
   
يُصَلْنَ
أنتَ
   
تَقُوْمُ
   
تَغْسِلُ
   
تَتَوَضَّأُ
   
تَمْسَحُ
   
تَسْمَعُ
   
تُصَلِّى
أنتما
   
تَقُوْمَانِ
   
تَغْسِلاَنِ
   
تَتَوَضَّئَانِ
   
تَمْسَحَانِ
   
تَسْمَعَانِ
   
تُصَلِّيَانِ
أنتم
   
تَقُوْمُوْنَ
   
تَغْسِلُوْنَ
   
تَتَوَضَّأُوْنَ
   
تَمْسَحُوْنَ
   
تَسْمَعُوْنَ
   
تُصَلُّوْنَ
أنتِ
   
تَقُوْمِيْنَ
   
تَغْسِلِيْنَ
   
تَتَوَضَّئِيْنَ
   
تَمْسَحِيْنَ
   
تَسْمَعِيْنَ
   
تُصَلِّيْنَ
أنتما
   
تَقُوْمَانِ
   
تَغْسِلاَنِ
   
تَتَوَضَّئَانِ
   
تَمْسَحَانِ
   
تَسْمَعَانِ
   
تُصَلِّيَانِ
أنتن
   
تَقُمْنَ
   
تَغْسِلْنَ
   
تَتَوَضَّأْنَ
   
تَمْسَحْنَ
   
تَسْمَعْنَ
   
تُصَلْنَ
أنا
   
أَقُوْمُ
   
أَغْسِلُ
   
أَتَوَضَّأُ
   
أَمْسَحُ
   
أَسْمَعُ
   
أُصَلِّى
نحن
   
نَقُوْمُ
   
نَغْسِلُ
   
نَتَوَضَّأُ
   
نَمْسَحُ
   
نَسْمَعُ
   
نُصَلِّى
فعل المضارع (kata kerja sekarang)
أنتَ
   
قُمْ
   
إِغْسِلْ
   
تَوَضَّأْ
   
إِمْسَحْ
   
إِسْمَعْ
   
صَلِّ
أنتما
   
قُمَا
   
إِغْسِلاَ
   
تَوَضَّئَا
   
إِمْسَحاَ
   
إِسْمَعاَ
   
صَلاَّ
أنتم
   
قُمُوْا
   
إِغْسِلُوْا
   
تَوَضَّأُوْا
   
إِمْسَحُوْا
   
إِسْمَعُوْا
   
صَلّوا
أنتِ
   
قُمِيْ
   
إِغْسِلِيْ
   
تَوَضَّئِيْ
   
إِمْسَحِيْ
   
إِسْمَعِيْ
   
صَلِّيْ
أنتما
   
قُمَا
   
إِغْسِلاَ
   
تَوَضَّئَا
   
إِمْسَحَا
   
إِسْمَعاَ
   
صَلاَّ
أنتن
   
قُمْنَ
   
إِغْسِلْنَ
   
تَوَضَّأْنَ
   
إِمْسَحْنَ
   
إِسْمَعْنَ
   
صَلْنَ
Kosa Kata Harian
أَذَانٌ
   
Adzan
   
حِيْنَ
   
   
Ketika
أَذَانُ الصُّبْحِ
   
Adzan Shubuh
   
بَعْدَ
   
   
Setelah
حَمَّامٌ
   
Kamar Mandi /WC
   
ثُمَّ
   
   
Kemudian
بِرْكَةٌ
   
Kolam
   
سَرِيْرٌ
   
   
Tempat Tidur
وَجْهٌ
   
Muka
   
غُرْفَةُ النَّوْمِ
   
   
Ruang Tidur
يَدٌ
   
Tangan
   
رَأْسٌ
   
   
Kepala
أُذُنٌ
   
Telingan
   
   
   
رِجْلٌ
   
Kaki
   
   
   
شَعْرٌ
   
Rambut
   
   
   
مَاءٌ
   
Air
   
   
   
كَيْفَ
   
Bagaimana
   
   
   
لَكِنَّ
   
Tetapi

WISATA

WISATA
فعل الماضى (kata kerja lampau)
   
Pergi
   
Pulang
   
Ingin
   
Suka
هو
   
ذَهَبَ
   
رَجَعَ
   
أَرَادَ
   
حَبَّ
هما
   
ذَهَبَا
   
رَجَعَا
   
أَرَادَا
   
حَبَّا
هم
   
ذَهَبُوْا
   
رَجَعُوا
   
أَرَادُوا
   
حَبُّو
هي
   
ذَهَبَتْ
   
رَجَعَتْ
   
أَرَادَتْ
   
حَبَّتْ
هما
   
ذَهَبَتَا
   
رَجَعَتَا
   
أَرَادَتَا
   
حَبَّتَا
هن
   
ذَهَبْنَ
   
رَجَعْنَ
   
أَرَدْنَ
   
حِبْنَ
أنتَ
   
ذَهَبْتَ
   
رَجَعْتَ
   
أَرَدْتَ
   
حِبْتَ
أنتما
   
ذَهَبْتُمَا
   
رَجَعْتُمَا
   
أَرَدْتَمَا
   
حِبْتُمَا
أنتم
   
ذَهَبتُمْ
   
رَجَعْتُمْ
   
أَرَدْتُمْ
   
حِبْتُمْ
أنتِ
   
ذَهَبْتِ
   
رَجَعْتِ
   
أَرَدْتِ
   
حِبْتِ
أنتما
   
ذَهَبْتُمَا
   
رَجَعْتُمَا
   
أَرَدْتُمَا
   
حِبْتُمَا
أنتن
   
ذَهَبْتُنَّ
   
رَجَعْتُنَّ
   
أَرَدْتُنَّ
   
حِبْتُنَّ
أنا
   
ذَهَبْتُ
   
رَجَعْتُ
   
أَرَدْتُ
   
حِبْتُ
نحن
   
ذَهَبْنَا
   
رَجَعْنَ
   
أَرَدْنَا
   
حِبْنَا
فعل المضارع (kata kerja sekarang)
هو
   
يَذْهَبُ
   
يَرْجِعُ
   
يُرِيْدُ
   
يُحِبُّ
هما
   
يَذْهَباَنِ
   
يَرْجِعَانِ
   
يُرِيْدَانِ
   
يُحِبَّانِ
هم
   
يَذْهَبُوْنَ
   
يَرْجِعُوْنَ
   
يُرِيْدُوْنَ
   
يُحِبُّوْنَ
هي
   
تَذْهَبُ
   
تَرْجِعُ
   
تُرِيْدُ
   
تُحِبُّ
هما
   
تَذْهَباَنِ
   
تَرْجِعَانِ
   
تُرِيْدَانِ
   
تُحِبَّانِ
هن
   
يَذْهَبْنَ
   
يَرْجِعْنَ
   
يُرِدْنَ
   
يُحِبْنَ
أنتَ
   
تَذْهَبُ
   
تَرْجِعُ
   
تُرِيْدُ
   
تُحِبُّ
أنتما
   
تَذْهَباَنِ
   
تَرْجِعَانِ
   
تُرِيْدَانِ
   
تُحِبَّانِ
أنتم
   
تَذْهَبُوْنَ
   
تَرْجِعُوْنَ
   
تُرِيْدُوْنَ
   
تُحِبُّوْنَ
أنتِ
   
تَذْهَبِيْنَ
   
تَرْجِعِيْنَ
   
تُرِيْدِيْنَ
   
تُحِبّيْنَ
أنتما
   
تَذْهَباَنِ
   
تَرْجِعَانِ
   
تُرِيْدَانِ
   
تُحِبَّانِ
أنتن
   
تَذْهَبْنَ
   
تَرْجِعْنَ
   
تُرِدْنَ
   
تُحِبْنَ
أنا
   
أَذْهَبُ
   
أَرْجِعُ
   
أُرِيْدُ
   
أُحِبُّ
نحن
   
نَذْهَبُ
   
نَرْجِعُ
   
نُرِيْدُ
   
نُحِبُّ
فعل اْلأَمْرِ (kata kerja sekarang)
أنتَ
   
إِذْهَبْ
   
إِرْجِعْ
   
   
حُبْ
أنتما
   
إِذْهَبَا
   
إِرْجِعَا
   
   
حُبَّا
أنتم
   
إِذْهَبُوْا
   
إِرْجِعَا
   
   
حُبُّوا
أنتِ
   
إِذْهَبِيْ
   
إِرْجِعِيْ
   
   
حُبِّيْ
أنتما
   
إِذْهَبَا
   
إِرْجِعَا
   
   
حُبَّا
أنتن
   
إِذْهَبْنَ
   
إِرْجِعْنَ
   
   
حُبْنَ
Kosa Kata Harian
فُوْهَةُ الْبُرْكَانُ
   
Kawah
   
دَرَّاجَةٌ
   
Sepeda
مُتْحَفٌ
   
Museum
   
دَرَّاجَةٌ بُخَارِيَّةٌ
   
Sepeda Motor
قِمَّةُ الْجَبَلِ
   
Puncak Gunung
   
اَلْحَدِيْقَةُ الْمُصُغَّرَةُ لِلإِنْدُوْنِيْسِيَا اَلْجَمِيْلَةُ
   
TMII
جَبَلٌ
   
Gunung
   
   
حَدِيْقَةُ الْحَيَوَانَاتِ
   
Kebun Binatang
   
   
هَيْكَلٌ
   
Telingan
   
   
بُخَيْرَةٌ
   
Kaki
   
   
عَرَبَةٌ
   
Rambut
   
   
سَيَّارَةٌ
   
Air
   
   
   
   
   
Contoh :
1
   
أَنَا أَذْهَبُ إِلَى شَاطِئِ الْبَحْرِ
Saya pergi ke pantai.
2
   
أَنَا سَأَذْهَبُ إِلَى الْبُحَيْرَةِ غَدًا
Saya akan pergi ke danau besok.
3
   
أَنَا سَأَرْجِعُ مِنْ حَدِيْقَةِ الْحَيَوَانَاتِ اَلْيَوْمَ
4
   
أَنَا أُحِبُّ الرِّحْلَةَ إِلَى الْهَيْكَلِ
Saya suka wisata ke Candi.
5
   
أَنَا أُرِيْدُ أَنْ أَذْهَبَ إِلَى الْغَارِ
Saya ingin pergi ke goa.
6
   
رَجَعَ حَامِدٌ مِنَ الْحَدِيْقَةِ الْمُصَغَّرَةِ ِلْلإِنْدُوْنِيْسِيَا اَلْجَمِيْلَةِ أَمْسِ
Hamid telah kembali dari TMII kemarin.
7
   
رَجَعْتُ مِنَ الْمُتْحَفِ أَمْسِ
Saya telah kembali dari museum kemarin

laus und leber

Redewendung ini digunakan untuk anda yang sudah mencapai level Mittelstufe. Tetapi untuk pemula, bolehlah belajar agar sekedar tahu.

jemandem ist eine Laus über die Leber gelaufen

Ungkapan ini digunakan jika orang cemberut atau uring-uringan atas sesuatu hal yang tidak jelas atau masalah remeh temeh.

„Sag mal, was ist mit dir eigentlich los? Ist dir heute eine Laus über die Leber gelaufen?“

Artinya:
"Ada apa sih sama kamu? Kok uring-uringan seperti ini?"

Kamus:
Laus = kutu
Leber = hati, liver
gelaufen dari kata laufen = berjalan cepat, berlari
was ist ... los ? = ada apa?

Plural und Präteritum

Plural
Pembentukan plural dalam bahasa Jerman mempunyai beberapa pola. Misalnya ditambah -e, -e dan umlaut pada vokal, -n, -en, -er dsb, atau justru tak perlu ditambah apa-apa.

Saya sering ditanya, bagaimana cara menghafalkannya. Jawabannya cuma satu : HAFALKAN. Tapi sebenarnya, kalau kita sering berlatih dan membaca, kita akan hafal.

Di bawah ini hanya sebagian saja perubahan yang ada.

der Abstand – Die Abstände
der Anfang- die Anfänge
die Angst- die Ängste
der Apfel- die Äpfel
der Arzt- die Ärzte
der Ast- die Äste
der Auftrag- die Aufträge
die Axt- die Äxte

der Bach- die Bäche
das Bad- die Bäder
der Ball- die Bälle
das Band- die Bänder
die Bank- die Bänke
der Bart- die Bärte
das Blatt- die Blätter
der Brand- die Brände

das Dach- die Dächer
der Damm- die Dämme
der Dampf- die Dämpfe
der Darm- die Därme

der Faden- die Fäden
der Fall- die Fälle
das Fass- die Fässer

das Gehalt- die Gehälter
der Gang- die Gänge
die Gans- die Gänse
der Garten- die Gärten
das Glas – die Gläser
das Grab- die Gräber

Bentuk Präteritum Kalimat Pasif
Pola kalimat pasif adalah Subyek + werden + Partizip Perfekt.

Bagaimana membuat kalimat pasif dalam tempora lampau atau Prãteritum? Mudah saja, yaitu dengan mengubah kata bantu werden ke dalam bentuk pasif yaitu wurden.

Jadi pola kalimat pasif Prãteritum adalah Subyek + wurden + Partizip Perfekt.

Konyugasi kata bantu wurden :
ich wurde
Du wurdest
Er/sie/es wurde
Wir wurden
Ihr wurdet
Sie/sie wurden

Contoh kalimat :
Das Haus wurde letztes Jahr gebaut.